Cari di blog ini

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2015

Saksikan Saya Seorang Muslim


Saksikan Saya Seorang Muslim 
Penulis: Salim A. Fillah
Halaman : 396
Dimensi : 14x20 cm
Berat : 413
Tahun : 2007
ISBN : 979-1061-03-3
Kategori : Islam    
Harga : 64000


Sinopsis:

Menjadi muslim adalah menjadi kain putih. Lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta; rahmat bagi semesta alam. Aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna Ilahi. Telah tiba saatnya, derai berkilau Islam tak lagi terpisahkan dari pendar menawan seorang muslim. Dan saksikan, bahwa aku seorang muslim.
“…Kau belum tahu yang aku mau. Dan kau tak tahu apa yang Allah mau. Sedang aku melakukan yang Ia mau. The show must go on! Baca buku ini agar kau tahu yang Allah mau!” (Yoyoh Yusroh, Ibu dari 13 putra, Anggota DPR RI).

Catatan Dodol Ukhti Ngocol


Penulis : Arkandini Leo
Halaman : 132
Dimensi : 12x20 cm
Berat : 131 gram
Tahun : 2014
ISBN : 978-602-8940-16-0
Kategori : Inspirasi
Harga : 22000


Sinopsis

Selama empat tahun lebih ngekos, inilah hal yang paling aneh, gokil, ridiculous tapi genius. Yang pertama dari mbak kosku. Dia itu orangnya nggak kuat dengerin suara-suara serem film horor. Kalau dia nonton film horor di laptopnya, suaranya bakal di mute. Terus diganti dengan murotal.  Jadi yang dilihat film horor, tapi suaranya murottal.  Hahahaa, kocak bangetlah.

Ada lagi cerita dari salah seorang temanku ketika dulu ia mondok di pesantren. “Dulu sewaktu lagi booming-boomingnya  film India, kami kabur dari pesantren untuk nonton filmnya. Tapi akhirnya ketahuan juga. Terus kami disidang ustadzah.” Lalu, temenku menceritakan percakapan antara ustadzah dan ketua gank-nya.
Ustadzah: “Kenapa tadi kabur?”
Ketua Gank: “Nonton film, Usht....”?
Ustadzah: “Film apa?” ?
Ketua gank: “Fim Zooliwood”, (kata Bollywood’diplesetin jadi ’Zooliwood’) ?
Ustadzah: “Zooliwood itu film tentang binatang-binatang, ya??
Hehehe, di tengah-tengah cerita temanku ketawa sontak aku ikut ngikik. Oalah, ternyata ustadzahnya masih belum ngeh kalau dikerjain


Itulah sepenggal isi dari catatan harian seorang mahasiswi. Ada banyak kisah tentang kejadian-kejadian konyol lainnya di buku ini. Uniknya, dari kejadian-kejadian kocak tersebut, kita akan dihantar pada sebuah perenungan pada jernihnya muara Islam,  betapa beningnya nurani Islam itu. Sehingga pembaca akan mendapat dua manfaat sekaligus: kengocolan dan siraman nasihat.

Berminat Hubungi Kami di: 

CS1: Call/SMS/WA 085272168165, Pin BBM: 7DBB7EAC

http://rumahbukuiqbal.blogspot.com/

CS2: SMS/WA 082389946045 Pin BBM: 7CE93545

Jiwa-Jiwa Gagah


Jiwa-Jiwa Gagah
Penulis : A. Mukhlis
Halaman : 265
Dimensi : 13,5,5x19,5 cm
Berat : 250 gram
Tahun : 2009
ISBN : 979-1273-60-X
Kategori : Pergerakan
Harga : 30000

Sinopsis :

Aku akan tempuh hari-hariku bersama cinta yang utama. Aku ingin mati di jalan ini bersama kemuliaan yang tak terkira. Aku tidak akan pernah menyerah! Selamanya tidak akan menyerah, di jalan-Nya!

Hidup adalah perjuangan. Kita adalah apa yang biasa ditempakan pada diri kita. Banyak manusia yang kalah dalam hidup karena ia tidak memandang hidupnya sebagai sesuatu yang berharga, sehingga ia tidak mau memperjuangkannya. Ia tidak mau melihat hal-hal penting yang berserakan di sekelilingnya. Karena itulah ia membiarkan hidupnya berjalan terus dan terus tanpa evaluasi. Dia merasa tidak perlu menangisi kesalahannya. Dia berputus asa karena kesalahannya. Dia tidak merasa perlu berubah. Dia tuhankan perasaannya. Dia tidak menyadari potensi dan kekuatannya. Dia melupakan sukses yang sebenarnya. Dia ingin bahagia dengan mantera karangan pribadi.


Menyerah menjadi orang baik adalah gerbang menuju kekalahan besar. Maka, sangat penting bagi kita untuk terus bertahan. Bukankah di dalam diri kita, ada sesuatu yang harus selalu kita cintai dan perjuangkan?

Berminat Hubungi Kami di: 

CS1: Call/SMS/WA 085272168165, Pin BBM: 7DBB7EAC

http://rumahbukuiqbal.blogspot.com/

CS2: SMS/WA 082389946045 Pin BBM: 7CE93545

Kalau Bisa Mudah Mengapa Dibuat Susah ?


Kalau Bisa Mudah Mengapa Dibuat Susah ?
Penulis : Alwi Alatas
Halaman : 298
Dimensi : 14x20 cm
Berat : 200 gram
Tahun : 2013
ISBN : 978-602-7820-03-6
Kategori : Renungan
Harga : 42000

Sinopsis

Seandainya manusia dihadapkan pada dua pilihan: kesusahan dan kemudahan, tentu mereka akan memilih kemudahan. Karena pada dasarnya, manusia lebih menyukai kemudahan daripada kesusahan. Masalahnya, kehidupan ini tidak melulu berisi kemudahan. Ya, ada banyak hal yang menyusahkan di dalamnya. Suka atau tidak, kita pasti akan berurusan dengan yang namanya kesusahan. Akan tetapi, kita tidak perlu sedih karena sebenarnya kesusahan bisa memberikan banyak pelajaran dan membawa kita pada kesuksesan hidup. Bukankah semua keberhasilan dan prestasi berawal dari sulit dan berlikunya jalan?

Yang penting, jangan mencari-cari kesusahan dan jangan berdoa meminta kesulitan. Berpikirlah sederhana, usahakan yang mudah karena itu sesuai dengan naluri manusia dan itu sejalan dengan yang dikehendaki agama. Ini juga yang disebutkan di dalam Al-Qur`an surat Thaahaa ayat dua, Kami tidak menurunkan Al-Qur`an ini kepadamu agar kamu menjadi susah. Namun, jika kesusahan datang merapat, jangan mengeluh atau mengumpat. Hadapi saja dengan tegar dan jadikan ia sebagai tantangan yang mendorong semangat kita menjadi lebih besar. Pada intinya, susah jangan dicari, tapi kalau ia datang kita tak perlu lari.

Buku ini berisi kisah-kisah tentang kesusahan dan kemudahan dalam hidup. Hampir di setiap bagian buku ini berisi kisah yang mengandung hikmah dan memberikan inspirasi. Buku ini berusaha menjelaskan bahwa mengusahakan yang mudah itu penting dan betapa kita sering gagal mendapatkannya disebabkan cara berpikir dan bertindak kita yang tidak sesuai. Di sisi lain, kesusahan juga penting. Banyak contoh kisah keberhasilan manusia yang justru diawali dengan kesusahan hidup.
Akhirnya, Kalau Bisa Mudah, Mengapa Dibuat Susah merupakan buku yang ringan dan mudah untuk dibaca. Selain itu, ia bisa menjadi teman dan pembangkit motivasi dalam menghadapi kesusahan serta meraih kemudahan dalam hidup. Selamat membaca!

Berminat Hubungi Kami di: 

CS1: Call/SMS/WA 085272168165, Pin BBM: 7DBB7EAC

http://rumahbukuiqbal.blogspot.com/

CS2: SMS/WA 082389946045 Pin BBM: 7CE93545


Living Smart


Living Smart
Penulis : Nazhif Maskur
Halaman : 272
Dimensi : 13,5x19,5 cm
Berat : 250 gram
Tahun : 2007
ISBN : 978-979-16661-1-4
Kategori : Pengembangan Diri
Harga : 34000

Sinopsis :
Terlalu banyak di antara kita merasa kecil hati dan rendah diri, seolah-olah bukan siapa-siapa. Padahal, setiap kita adalah spesial, setiap kita adalah istimewa. Setiap kita memiliki potensi besar untuk sukses dan berhasil, memesona setiap saat. Asal saja kita mau secara serius mengenal potensi diri kita yang sesungguhnya. Setiap kita adalah dahsyat.

Buku ini ingin membangkitkan sisi spiritual untuk kehidupan kita. Sehingga, lahirlah pribadi yang memesona dan cerdas dalam menyikapi hidup dan nasib di dunia. Dan pada akhirnya, akan dirasakan hasilnya di akhirat kelak.

Berminat Hubungi Kami di: 

CS1: Call/SMS/WA 085272168165, Pin BBM: 7DBB7EAC

http://rumahbukuiqbal.blogspot.com/

CS2: SMS/WA 082389946045 Pin BBM: 7CE93545

Selasa, 07 April 2015

Propehtic Learning


Propehtic  Learning
Penulis: Dwi Budiyanto
Halaman : 268
Dimensi : 14x20 cm
Berat : 230
Tahun : 2009
ISBN : 979-1273-30-8
Kategori : Pengembangan Diri
Harga : 36.000



Prophetic Learning. Inilah metode mengubah kepribadian Muslim pembelajar (pelajar, santri, mahasiswa, otodidak). Menjadikan para Muslim pembelajar memiliki karakter. Bukan lagi sosok yang hanya mengejar skor nilai di ijazah dan gelar.
Prophetic Learning. Sebuah cara belajar yang menimba dari pengalaman generasi pe-menang, dari khazanah sejarah emas Islam.

Menjadikan para Muslim pembelajar berpres-tasi sekaligus berandil di masyarakat. Sehing-ga, kita tak lagi bertanya-tanya: mengapa ilmu yang di sekolah atau di perguruan tinggi tidak memiliki efek dalam membentuk sikap hidup keseharian pembelajarnya?
Prophetic Learning yang dibicarakan dalam buku ini meliputi:

- Bagaimana menjadi cerdas dengan menata pikiran?
- Bagaimana menjadi cerdas dengan menata mental?
- Bagaimana menjadi cerdas dengan menata sarana belajar?
- Apa dan bagaimana kebiasaan-kebiasaan Muslim Pembelajar?
- Bagaimana menjadi guru inspiratif?

- Mengapa dalam belajar perlu kerja sama?

Berminat Hubungi Kami di: 

CS1: Call/SMS/WA 085272168165, Pin BBM: 7DBB7EAC

http://rumahbukuiqbal.blogspot.com/

CS2: SMS/WA 082389946045 Pin BBM: 7CE93545

Hanya Tuhan Yang Tak Bisa Dikalahkan


Hanya Tuhan Yang Tak Bisa Dikalahkan
Penulis: Fitra Firdaus Aden dan Dwi Suwiknyo
Tebal: 152 Hal
Ukuran: 14x20cm
Tahun: 2015
ISBN: 978-602-97502-2-5
Berat: 142
Harga: 28.000


Kepak Sayap Garuda Muda
Menembus Piala Dunia

“Kami punya prinsip bahwa semua bisa dikalahkan, kecuali Tuhan.”
—Evan Dimas Darmono, Kapten Timnas Indonesia U-19—

Sayap garuda itu kembali terkepak! Lebih dari dua dekade, penggemar sepak bola Indonesia dibuat menderita. Prestasi timnas kering, kompetisi jalan di tempat, dan pengurus PSSI berebut kuasa. Lalu, tiba-tiba saja, timnas U-19 yang terdiri dari deretan bocah kampung menjadi juara Asia Tenggara!

Evan Dimas anak pedagang sayur keliling; Ravi Murdianto yang ayahnya pemulung; Ilham Udin Armayn seorang yatim; Indra Sjafri sang pelatih “gagal”; dalam sekejap menjadi idola dengan gaya permainan pe-pe-pa yang tak kalah dengan tiki-taka Spanyol.


Apa rahasia di balik kesuksesan Evan Dimas dan kawan-kawan? Mengapa mereka melakukan selebrasi sujud syukur? Siapa pula sebenarnya sosok Indra Sjafri? Dan mampukah mereka mengukir sejarah yang dinanti-nanti publik tanah air: lolos ke Piala Dunia?

Berminat Hubungi Kami di: 

CS1: Call/SMS/WA 085272168165, Pin BBM: 7DBB7EAC

http://rumahbukuiqbal.blogspot.com/

CS2: SMS/WA 082389946045 Pin BBM: 7CE93545

Lebih Baik Dipaksa Masuk Surga


Lebih Baik Dipaksa Masuk Surga

Penulis : Mahroji Khudori
Halaman : 324
Dimensi : 14x20 cm
Berat : 292 gram
Tahun : 2014
ISBN : 978-602-8940-17-7
Harga: 50.000

Teramat bodoh dan menyiksa diri jika hidup hanya ditujukan untuk toilet. Sekali lagi, toilet adalah tempat singgah bukan tujuan. Dan yang sudah keluar dari toilet—sebagus apa pun toiletnya—tidak akan kembali mengorek-ngorek atau sekadar melihat-lihat apa yang tadi dilakukan di sana. Siapa yang dapat kembali ke dunia setelah mati? Nggak ada! Seindah dan sebersih apa pun toiletnya, akhirnya akan diludahi, dikencingi, dan diberaki juga. Sorry, maaf jangan tersinggung yang siang-malam terus-menerus mengurusi toilet. Toilet… toilet-toilet wangi, wangi-wangi pesing.
***
Begitulah sekelumit bahasan dalam buku ini, selain juga memuat hal-hal menarik yang “berkeliaran” di sekeliling kita. Ada inspirasi dari keluarga; ada petuah dari pergaulan dengan tetangga dan teman sejawat; ada renungan yang patut dicamkan dari ontran-ontran yang semakin mambu dari kursi para pemangku kuasa. Juga ada berbagai analogi yang jarang diketengahkan oleh para penulis umumnya, sebut saja dunia dengan toilet; jamaah shalat dengan pekerja bangunan; sampah masyarakat dengan kerikil; dan masih banyak lagi hal tak terduga yang akan Anda temukan di dalamnya.

Karenanya, siapkan diri Anda untuk menerima ilmu yang sangat langka ini…!!! Berani…???

Berminat Hubungi Kami di: 

CS1: Call/SMS/WA 085272168165, Pin BBM: 7DBB7EAC

http://rumahbukuiqbal.blogspot.com/

CS2: SMS/WA 082389946045 Pin BBM: 7CE93545

Muslim Klakson


Muslim Klakson
Kumpulan Hikmah yang Satir Menyindir Tapi Nggak Bikin Pandir

Penulis : Mbah Dipo
Halaman : 204
Dimensi : 14 x 20 cm
Berat : 190
Tahun : 2014
ISBN : 978-602-8940-19-1
Kategori : Inspirasi
Harga : 36.000

Pada suat waktu, Nabi Saw pernah bersabda, “Ada seseorang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat pula.”

Bagaimana bisa?

Jelas Nabi Saw: Ada dua orang yang berjalan melewati suatu kaum yang mempunyai berhala, tak seorang pun diperkenankan melewati berhala itu sebelum memberikan sesuatu. Musafir pertama bersedia memberikan sesajen (korban) berupa seekor lalat dan diperkenankan meneruskan perjalanannya. Karena perbuatannya itu, ia kemudian masuk neraka! Adapun musafir kedua menjawab, “Aku tidak akan berkorban sedikit pun kecuali kepada Allah Swt. Kemudian penjaga memenggal leher orang itu; dan ia masuk surga!” (H.r. Ahmad)

Secara tidak sadar bersebab kurangnya ilmu; atau secara sadar karena kengeyelan kita, kesalahan musafir pertama dalam kisah hadis Nabi Saw di atas masih saja kita ulangi di zaman ini. Di suatu tempat yang dianggap wingit misalnya, berkembang keyakinan bahwa agar kendaraan yang melintas tidak mogok, pengendara wajib membunyikan klakson sebagai bentuk permisi buat si penunggu tempat. Bukankah yang semacam ini serupa dengan memberikan persembahan kepada selain Allah? Demikianlah kenyataan pahitnya, kualitas keimanan kaum Muslimin saat ini masih begitu “gampang ditakar” hanya dengan sebuah bunyi klakson. Muslim Klakson. Gara-gara klakson seorang Muslim bisa berkualitas ahli surga. Gara-gara klakson bisa berkualitas sebaliknya, ahli neraka jahanam. Na’uudzubillaah.

Buku ini mencoba menggali beragam pelajaran dan peringatan dari pengalaman hidup sehari-hari. Tidak harus peristiwa yang dahsyat, bombastis, atau luar biasa yang bisa kita petik pelajarannya, adakalanya pelajaran dan hikmah itu dapat dipetik dari peristiwa sepele yang terlewat dari perhatian kita. Mbah Dipo hadir lagi dengan tulisan yang merangkai pengalaman hidupnya dengan tulisan yang ringan dan mudah dicerna. Khas dengan gaya guyonan dan berasa njawa. Siap mengopyok perut Anda, namun menghadirkan ibrah pikiran dan hati Anda.

Berminat Hubungi Kami di: 

CS1: Call/SMS/WA 085272168165, Pin BBM: 7DBB7EAC

http://rumahbukuiqbal.blogspot.com/

CS2: SMS/WA 082389946045 Pin BBM: 7CE93545

Ketika Kisah Menuturkan Hikmahnya


Penulis : Zulfi Akmal                                                      
Halaman : 232 hlm
Dimensi : 14 x 20 cm
Berat : 213 gr
Tahun : 2014
ISBN : 978-602-7820-15-9
Kategori : Inspirasi
Harga : 38.000


Kita selalu sibuk dengan permasalahan dunia. Sementara itu, hampir setiap hari kita mendengar berita kematian dari sekeliling kita. Atau melihat ambulans pembawa jenazah yang lewat di depan kita. Atau kita ikut menshalatkan jenazah—yang kita kenal ataupun tidak—di rumah Allah. Atau kita sendiri yang pergi melepas kepergian seseorang untuk dimasukkan ke liang lahad.

Kenapa kita belum juga berpikir dan tidak juga berubah, serta belum juga mengukur bahwa diri kita juga akan mati sebagaimana mereka mati? Cepat atau lambat, peristiwa yang sama akan kita alami. Kenapa tingkah kita masih juga bagai orang yang akan hidup selamanya. Tidakkah kita sadari hal ini?

Kita sering merasa kesal jika ada orang yang susah dinasihati. Tapi, kita juga tak jarang sangat sulit untuk menerima nasihat dari sesama kita. Jika kita ingin orang lain berubah menjadi lebih baik, lantas mengapa kita sendiri abai terhadap diri sendiri? Bukankah keburukan itu buruk dan kebaikan itu baik?

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)? (Q.s. al-Hadiid [57]: 16)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari sederet peristiwa yang terjadi seraya memohon kepada Allah untuk memanggil kita dalam keadaan terbaik, husnul khatimah. Amin.

Berminat Hubungi Kami di: 

CS1: Call/SMS/WA 085272168165, Pin BBM: 7DBB7EAC

http://rumahbukuiqbal.blogspot.com/

CS2: SMS/WA 082389946045 Pin BBM: 7CE93545